va

va'feb

Jumat, 13 April 2012

TUGAS 5


Salah satu masalah yang cukup besar untuk diatasi oleh suatu Negara adalah masalah kemiskinan

Kemiskinan  merupakan permasalahan kompleks yang perlu diatasi dengan melibatkan peran serta banyak pihak, termasuk kalangan perguruan tinggi. Dari sekian banyak strategi mengentaskan kemiskinan, pendekatan social enterpreneurship yang bertumpu pada semangat kewirausahaan untuk tujuan-tujuan perubahan sosial, kini semakin banyak digunakan karena dianggap mampu memberikan hasil yang optimal. Konsep atau pendekatan ini layak diujicobakan dalam lingkup perguruan tinggi karena gagasan dasarnya sebenarnya sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian masyarakat. Caranya adalah dengan menerjemahkan konsep social enterpreneurship pada empat level: kelembagaan, regulasi, aksi, dan audit/monitoring evaluasi.
Penyebab kemiskinan kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
  1. penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
  2. penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
  3. penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
  4. penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
  5. penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan.

Bagaimana Upaya Pemerintah Untuk Mengatasi Masalah Kemiskinan di Indonesia ?

1.      Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.

2.      Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.


3.      Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan.

4.      Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar.
Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar.

5.      Rendahnya kualitas lingkungan permukiman masyarakat miskin adalah tidak dengan menggusurnya. Penggusuran hanyalah menciptakan masalah sosial perkotaan yang semakin akut dan pelik. Penggusuran atau sering diistilahkan sebagai peremajaan kota adalah cara yang tidak berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
http://tuk1994.blogspot.com/2011/12/masalah-masalah-sosial-dalam-masyarakat.html

TUGAS 4


1.      Pembiayaan setoran mikro dan pembiayaan corporate ?
 Pembiayaan mikro syariah sebenarnya adalah segmentasi saja, karena ada pembiayaan yang besar, seperti untuk perusahaan dan ada yang kecil. Ada pembiayaan untuk konsumtif ada pula pembiayaan untuk kegiatan produktif. memilih segmen pembiayaan yang kecil dan produktif. Sektor ekonomi mikro itu ada yang produktif dan ada yang konsumtif. Pertanyaannya, kenapa kita mengambil mikro yang produktif? Pertama, ingin menggerakkan perkonomian masyarakat. Kalau konsumtif itu tidak mempunyai efek mutiplayer ekonomi yang besar. Tapi kalau produktif efek multiplayernya terhadap pengembangan ekonomi akan sangat besar.
 saya menilai lebih banyak mengambil sektor mikro, karena sektor ini masih berpeluang. Artinya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan itu relatif masih banyak. Sedang yang besar-besar itu sudah ada yang menggarapnya. Pembiayaan itu sendiri sebenarnya tidak hanya sekedar memberi uang saja, tapi tujuan utamanya adalah bagaimana pedagang yang kita beri pembiayaan dapat meningkatkan usahanya, sehingga lancar dan berkembang.
Selain itu harapannya kedepan para pedagang dapat memperoleh manfaat berupa pembinaan, terutama pengadministrasian dan pelatihan syariah. Secara umum memang belum tergarap dengan baik, dalam hal ini persoalan waktu saja.

Sedangakan Pembiayaan Corporate adalah Tanggung jawab sosial suatu perusahaan yang dapat berupa kegiatan filantropi (menolong orang lain) atau pengembangan komunitas biasanya dikemas untuk mengupayakan citra positif atau promosi. Dengan CSR, perusahaan menghasilkan keunggulan bersaing dengan memadukan berbaga I pertimbangan sosial dan lingkungan dalam strategi bisnis. CSR merupakan instrumen penting dalam menunjang strategi perusahaan, yakni untuk pencapaian citra yang diinginkan serta tujuan komersial. Aplikasinya memang harus berkaitan dengan strategi bisnis yang ada entah itu CSR, corporate citizenship, community development, community giving atau community involvement.
Corporate social responsiblity dalam prinsip good coorporate government (GCG) ibarat dua sisi mata uang. Keduanya sama penting dan tidak terpisahkan. Salah satu dari empat prinsip GCG adalah prinsip responsibility (pertanggung jawaban). Tiga prinsip GCG lainnya adalah fairness, transparency, dan accountability.
Ada perbedaan yang cukup mendasar antara prinsip responsibility dan tiga prinsip GCG lainnya. Tiga prinsip GCG pertama lebih memberikan penekanan terhadap kepentingan pemegang saham perusahaan (shareholders) sehingga ketiga prinsip tersebut lebih mencerminkan shareholders-driven concept. Contohnya, perlakuan yang adil terhadap pemegang saham minoritas (fairness), penyajian laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu (transparency), dan fungsi dan kewenangan RUPS, komisaris, dan direksi (accountability).  Tidak Cuma pengertiannya saja tapi juga 
Ada  3 Corporate Banking pembiyaan  sebagai berikut : 

1.       Kredit Modal Kerja
            Fasilitas kredit jangka pendek yang diberikan dalam mata uang rupiah maupun valuta asing untuk membiayai kebutuhan modal kerja yang habis dalam satu siklus usaha dengan jangka waktu maksimal 1 (satu) tahun.

Manfaat :

  1. Penarikan dapat dilakukan setiap saat sesuai kebutuhan usaha.
  2. Bagian yang belum ditarik tidak dikenakan bunga.
  3. Aktivasi keuangan disalurkan melalui rekening pinjaman.

Fitur :

  1. Jangka Waktu: Maksimal 1 (satu) tahun
  2. Pembiayaan: Bank Mandiri Maksimal 70% dari kebutuhan modal kerja dan pembiayaan sendiri minimal 30%.
  3. Jaminan Utama: Usaha yang dibiayai
  4. Jaminan Tambahan: Dipersyaratkan apabila menurut penilaian Bank diperlukan.

2.      Kredit Investasi

            Fasilitas kredit jangka menengah dan jangka panjang, yang diberikan dalam mata uang rupiah maupun valuta asing untuk pembiayaan pengadaan barang - barang modal untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan ataupun pendirian proyek baru maupun refinancing , yang pelunasannya bersumber dari hasil usaha dengan barang-barang modal yang dibiayai.

Manfaat :

  1. Pencairan atas dasar prestasi
  2. Pencairan langsung dipindahkan ke rekening giro
  3. Besarnya Agunan disesuaikan atas dasar cash flow usaha

Fitur :

  1. Pembiayaan: Bank Mandiri maksimal 65% dari kebutuhan modal kerja dan pembiayaan sendiri minimal 35%
  2. Jaminan Utama: Usaha yang dibiayai
  3. Jaminan Tambahan: Dipersyaratkan apabila menurut penilaian Bank diperlukan

  3. Mandiri Kredit Agunan Deposito

      Fasilitas kredit yang diberikan dengan jaminan setoran tunai, deposito berjangka, dan/atau tabungan dalam rupiah maupun valuta asing yang diterbitkan oleh Bank Mandiri.

Manfaat :

  1. Penarikan dapat dilakukan setiap saat
  2. Bagian yang belum ditarik tidak dikenakan bunga
  3. Pelunasan pada saat jatuh tempo kredit

Fitur :

  1. Jangka Waktu: Maksimum 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang
  2. Limit Kredit: Maksimum 90% dari nominal jaminan untuk Cash Loan.
  3. Mata Uang: Rupiah atau Valuta Asing.
    Valuta Asing dan Agunan:
o    IDR (Agunan IDR, USD & SGD)
o    USD (agunan USD, IDR)
o    SGD (agunan SGD)
o    EUR (agunan EUR)

2     Manakah dari kedua pembiayaan tersebut yang lebih menguntungkan? Jelaskan ?

 Yang lebih menguntungkan Pembiayaan Mikro?
Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah pelaku usaha mikro, kalau kita bisa meningkatkan performance mereka. Mereka dapat keuntungan, maka secara tidak langsung kita ikut meningkatkan perekonomian bangsa Indonesia. Karena efek multiplayernya lebih cepat dibandingkan dengan memberi pembiayaan kepada sektor besar. Misalnya kita punya dana Rp1 Milyar dan kita melakukan pembiayaan sebesar satu juta per orang, berarti ada seribu orang yang bisa kita bantu. Pengalaman dari krisis bangsa Indonesia yang berhasil bertahan bahkan tumbuh dengan baik adalah sektor mikro. Mereka mempunyai daya tahan yang lebih baik dan mempunyai daya adaptasi yang lebih cepat.

     3.Apa tantangan dari kedua pembiayaan tersebut !
Tantangan  Mikro :
1.       mengatasi pembiayaan yang macet karena faktor non ekonomi seperti kebakaran atau musibah lainnya
2.      mengatasi pembiayaan yang walaupun berbagai usaha pencegahan sudah dilakukan tetapi tetap bermasalah
3.      Untuk menghindari pembiayaan yang bermasalah    
4.      Menanggulangi NPF (kemacetan)

Tantangan Corporate :
      
1.      Harus memiliki dana yang cukup besar
2.      Membaca situasi perekonomian Indonesia





Jumat, 30 Maret 2012

Tugas 3

PENGANGGURAN DI INDONESIA

Abstrak

Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial . Fakta bahwa kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan, pelacuran, jual beli anak, anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial, pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar, berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia, martabat dan harga diri manusia. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan, kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi.
Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran, maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan).
Pengangguran merupakan problem yang terus menumpuk. Bertambah dari tahun ke tahun. Persoalan pengangguran bukan sekedar bertumpu pada makin menyempitnya dunia kerja, tetapi juga rendahnya kualitas SDM (sumber daya manusia) yang kita punyai.  Beberapa masalah lain yang juga berpengaruh terhadap ketenagakerjaan adalah masih rendahnya arus masuk modal asing, perilaku proteksionis sejumlah negara-negara maju dalam menerima ekspor komoditi, Beberapa masalah lain yang juga berpengaruh terhadap ketenagakerjaan adalah masih rendahnya arus masuk modal asing (investasi), stabilitas keamanan, perilaku proteksionis (travel warning) sejumlah Negara-negara barat terhadap Indonesia, perubahan iklim yang menyebabkan pemanasan global yang menjadikan krisis pangan didunia, harga minyak dunia naik, pasar global dan berbagai perilaku birokrasi yang kurang kondusif atau cenderung mempersulit bagi pengembangan usaha, serta tekanan kenaikan upah buruh ditengah dunia usaha yang masih lesu.
Disamping masalah-masalah tersebut diatas, faktor-faktor seperti kemiskinan, ketidakmerataan pendapatan karyawan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik juga sangat berpengaruh terhadap ketenagakerjaan di Indonesia.
Semua permasalahan hal diatas tampaknya sudah dipahami oleh pembuat kebijakan (Decision Maker). Namun hal yang tampaknya kurang dipahami adalah bahwa masalah ketenagakerjaan atau pengangguran bersifat multidimensi, sehingga juga memerlukan cara pemecahan yang multidimensi pula .
 

Kelas : 1EB13
Desi Oktafiani                             21211883
Eva Febrianta                              22211516
Ira Setyowati                               23211669
Neng Popy Alawiyah                   25211131
Sherly Selestin                             26211739

Referensi :
http://karyailmiah-elsye.blogspot.com/2011/03/ekonomi-pembangunan-terhadap_03.html

Rabu, 07 Maret 2012

Tugas 2

 Prospek Ekonomi Indonesia 2012 Tetap Optimistis

Terlepas dari beberapa tantangan, dengan beberapa peluang dan potensi yang dimiliki Indonesia, momentum pertumbuhan perekonomian Indonesia masih dapat berlanjut pada 2012 dengan pertumbuhan sebesar 6,5%-6,7%.  Indonesia sejauh ini telah membuktikan sebagai salah satu negara yang mempunyai daya tahan tinggi dalam menghadapi krisis ekonomi global. Saat negara lain mengalami resesi pada 2009, Indonesia bersama dengan China dan India justru masih mengalami pertumbuhan sebesar 4,6% dan bahkan terakselerasi pada 2010 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 6,1% per tahun. Ekonomi domestik yang ditopang oleh konsumsi masyarakat dan investasi masih tetap merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. Hingga semester pertama 2011, pertumbuhan ekonomi telah mencapai 6,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dengan struktur ekonomi yang lebih sehat dan berimbang, karena tidak hanya didukung oleh sektor konsumsi tapi juga oleh sektor investasi. Demikian pula jika dilihat secara sektoral, pertumbuhan tidak terfokus pada sektor tertentu, misalnya transportasi dan komunikasi, tapi justru sektor industri manufacturing mengalami pertumbuhan yang pesat pula, yaitu sebesar 6,1% dibandingkan dengan periode tahun lalu yang hanya tumbuh sekitar 3%-4%. Ekspor juga tumbuh 14%, walaupun gejolak ekonomi dunia dan bencana alam Jepang memberi tekanan terhadap pertumbuhan ekspor kita. Momentum pertumbuhan ini diperkirakan akan terus berlanjut, dalam hal ini Mandiri Grup memperkirakan pertumbuhan dapat mencapai 6,5% pada akhir 2011. Stabilitas ekonomi Indonesia juga ditunjukkan dengan relatif rendahnya inflasi, walaupun pada awal tahun inflasi sempat mencapai 7% yang akhirnya mendorong Bank Indonesia (BI) meningkatkan BI Rate menjadi 6,75% dari sebelumnya 6,5%. Tingkat suku bunga ini dipertahankan hingga saat ini seiring dengan menurunnya tekanan inflasi yang hanya mencapai 4,6% pada Agustus 2011 karena turunnya tekanan inflasi di sektor makanan dan berhasilnya kebijakan pemerintah dan BI dalam menjaga stabilitas harga. Hingga akhir tahun, kami perkirakan inflasi akan mencapai 5,1% dengan potensi downside yang cukup terbuka. Pergerakan inflasi ke depan perlu mendapat perhatian karena rendahnya inflasi dapat menekan biaya produksi. Pada gilirannya hal itu juga akan mendorong produksi domestik dan akan menopang daya beli masyarakat Indonesia sehingga akan menjaga sustainability dari pertumbuhan ekonomi. Prospek 2012: Momentum Pertumbuhan Berlanjut dengan Risiko Perlambatan Ekonomi Global Salah satu faktor yang akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah perkembangan ekonomi global yang hingga saat ini masih menunjukkan ketidakpastian yang sangat tinggi. Lambatnya pemulihan ekonomi di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) tercermin dengan melemahnya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal kedua 2011 yang hanya mencapai 1,5% dan 1,6% per tahun dibandingkan dengan 3% dan 1,7% per tahun pada 2010 dan masih tingginya tingkat pengangguran yang masih mencapai 9,1% di AS. Dengan kontribusi di kedua wilayah tersebut yang mencapai 49% dari perekonomian global, sudah sewajarnya masyarakat ekonomi global khawatir terhadap perkembangan kondisi ekonomi di kedua kawasan tersebut. Dengan beban utang pemerintah dan rumah tangga yang sangat tinggi di kedua kawasan tersebut, diperkirakan kondisi ekonomi di kedua kawasan tersebut akan tetap rentan dalam jangka menengah. Indonesia sebagai negara terbuka tentunya tidak terlepas dari pengaruh perlambatan ekonomi global. Kendati demikian, berbekal beberapa pengalaman menghadapi krisis ekonomi pada 1998, mini krisis pada 2005, dan krisis finansial global pada 2008, Indonesia saat ini mempersiapkan diri relatif lebih baik dalam menghadapi kemungkinan krisis ke depan. Kekhawatiran akan keluarnya aliran modal asing merupakan sesuatu yang sangat lumrah bagi negara-negara emerging, terutama Indonesia yang menganut sistem devisa bebas. Namun, kekhawatiran tersebut seharusnya dapat diminimalisasi dengan makin membaiknya daya tahan ekonomi Indonesia saat ini. Bahkan, dari pengamatan kami terlihat bahwa daya tahan perekonomian Indonesia terhadap krisis ekonomi global relatif lebih kuat dibandingkan dengan negara lain. Secara statistik perlambatan ekonomi AS sebesar 1% akan menurunkan ekonomi Indonesia sebesar 0,11%, relatif lebih kecil dibandingkan dengan dampaknya ke Singapura dan Thailand yang sebesar 1,8% dan 1,3%. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia lebih kuat dalam menghadapi krisis dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didukung dengan kemungkinan kembalinya Indonesia ke dalam kelompok negara-negara yang mendapatkan rating investment grade pada 2012. Hal ini akan mendorong masuknya modal asing langsung ke Indonesia, khususnya dalam bentuk riil investasi (penanaman modal asing atau PMA). Bahkan, sejak beberapa kuartal terakhir aliran PMA sudah melebihi investasi portofolio. Selanjutnya, struktur demografis Indonesia yang didominasi oleh usia muda hingga 2025 memberikan keuntungan bagi Indonesia karena ditunjang dengan produktivitas penduduk yang makin baik. Dari sisi sektor keuangan juga terlihat bahwa daya tahan perekonomian kita makin membaik dengan kenyataaan bahwa, pertama, kualitas arus modal yang masuk Indonesia makin membaik selama tiga kuartal terakhir. Aliran modal asing langsung (FDI) lebih mendominasi dibandingkan dengan aliran modal portofolio.
Kedua, terjadi penurunan kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) setelah BI hanya menyisakan lelang SBI sembilan bulan. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa penempatan dana asing di instrumen tersebut sangat rentan karena umumnya bersifat hot money dan berjangka pendek. Ketiga, kinerja perdagangan internasional cukup solid sehingga dalam paruh pertama tahun ini (Januari-Juni 2011) telah menghasilkan surplus neraca perdagangan sebesar YSD14.7 miliar atau meningkat sebesar 53% dibandingkan dengan tahun lalu. Akibatnya cadangan devisa Indonesia sampai dengan akhir Agustus telah mencapai US$125 miliar. Keempat, rasio cadangan devisa terhadap ukuran-ukuran ekonomi menunjukkan pola yang makin baik. Saat ini cadangan devisa Indonesia telah setara dengan tujuh bulan impor dan pembayaran utang jangka pendek. Sedangkan, rasio cadangan devisa terhadap total utang luar negeri jangka pendek meningkat menjadi 2,4 pada 2011 dibandingkan dengan 1,8 pada 2008. Kelima, pemerintah bersama dengan BI saat ini telah memiliki protokol manajemen krisis, yang memberikan arah dan tindakan yang harus dilakukan seandainya terjadi gejolak di pasar keuangan domestik. Kendati demikian, walaupun daya tahan sektor keuangan kita saat ini lebih baik, eksposur asing yang cukup besar dalam pasar kita membuat pasar kita menjadi sangat rentan dan bergejolak, khususnya dalam jangka pendek. Sebaliknya, dalam jangka menengah dan panjang, dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, fluktuasi ini dapat diredam, khususnya terhadap ancaman pembalikan modal asing. Dari sisi tantangannya, Indonesia diperkirakan akan menghadapi tantangan klasik, yaitu pembangunan infrastruktur, yang pada akhirnya dapat memengaruhi tingkat competitiveness Indonesia relatif terhadap negara lain. Karena itu, tidak heran jika dalam World Economic Forum Survey tingkat competitiveness Indonesia berada di posisi ke-46, jauh di bawah Malaysia dan bahkan Thailand. Salah satu penyebabnya adalah buruknya kualitas infrastruktur di Indonesia yang secara ranking masih berada di urutan ke-82, dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand yang berada di urutan ke-30 dan ke-35. Dari sisi eksternal, kami juga melihati potensi perlambatan ekonomi China, yang akan berdampak cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan perhitungan, setiap 1% penurunan ekonomi China akan berdampak terhadap penurunan ekonomi Indonesia sebesar 0,3%. Kendati demikian, terlepas dari tantangan yang akan dihadapi Indonesia, dengan beberapa peluang dan potensi yang dimiliki Indonesia, kami yakin bahwa momentum pertumbuhan perekonomian Indonesia masih dapat berlanjut pada 2012 dengan pertumbuhan sebesar 6,5%-6,7%. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi Asian Development Bank (ADB) yang sebesar 6,8%, dengan inflasi yang dapat terkendali di tingkat 5,5%-5,8% dan tingkat BI Rate yang relatif stabil di 6,75% dan rupiah di sekitar Rp8.450-Rp8.550 per US$1.
 Kesimpulannya:  Karena itu, marilah kita bersikap positif terhadap perekonomian Indonesia, tapi juga tetap selalu waspada akan fluktuasi perekonomian global yang sangat sulit untuk diperkirakan oleh siapa pun.

http://www.infobanknews.com/2011/11/prospek-ekonomi-indonesia-2012-tetap-optimistis-tapi-waspada/

feed counter

Website counter

shabby

Pengikut